Monday, March 23

Kreatifitas adalah anugerah


Jika Tuhan tidak memberi manusia anugerah kreatifitas, apa sekiranya yang akan terjadi dengan kehidupan kita? Kita dicipta dari tanah melalui sari-sari makanan yang diolah kemudian disalurkan sedemikian rupa dalam ’pabrik’ reproduksi hingga lalu berubah menjadi gumpalan darah, terus daging lalu terbentuklah sebuah bentuk tubuh yang semakin lama semakin nampak manusia-nya, bernyawa, bergerak hingga akhirnya lahir ke dunia. Bisa dibayangkan, bagaimana rasanya pertama kali lahir di muka bumi? Mungkin akan terasa amat aneh, andai kita bisa menyadarinya... bagian yang tidak seru adalah waktu itu kita tidak bisa menyadarinya secara penuh.

Disaat yang tidak sadar itu, tahukah anda bahwa Tuhan tidak sekedar mencipta kita dengan onderdil tubuh dan ’strom’ berupa nyawa? Dia Yang Maha Kuasa telah pula menyelipkan seperangkat piranti lunak yang saya rangkum dalam sebutan ’kehidupan’. Piranti inilah yang kelak kemudian hari, ketika manusia dewasa, akan menentukan sebagian besar nasib manusia tersebut, hidup bahagia atau hidup terlunta-lunta dan macet dalam tekanan roda kehidupan.

Singkatnya, saat lahir, manusia dibekali oleh tiga hal utama, yaitu tubuh, ruh atau nyawa dan kehidupan (didalamnya ada cinta, kreatifitas – yang sekarang sedang kita bicaran, spiritualitas, ego, sosial dll). Ketiganya saya sebut sebagai bagian utuh yang tak terpisahkan dan tidak boleh dipisahkan. Jika salah satu atau bahkan ’salah dua’ tiada, maka orang yang kehilangan bagian itu akan kehilangan pula nilai ’manusianya’. Kenapa? Tubuh dan ruh saja tanpa kehidupan sama dengan binatang yang tidak memiliki keberadaban atau kalau boleh sedikit ekstrim justru mirip dengan Zombie atau robot. Ruh dan kehidupan saja tanpa tubuh, termasuk suatu hal yang gaib. Tubuh dan kehidupan tanpa ruh, lebih tidak mungkin lagi. Sehingga ketiganya memang tidak bisa dipisahkan dan serta jangan pula dipisahkan.

Perhatikan, kreatifitas adalah termasuk dari salah satu unsur utama yang terdapat dalam kehidupan sebagai bagian pembangun kriteria manusia ’sempurna’ yang ada sejak lahir. Luar biasa bukan, ternyata kreatifitas adalah anugerah dari Tuhan sejak awal kita mengenal bumi dan semesta ini. Lalu kenapa Tuhan menganugerahkan kreatifitas pada manusia? Secara detil, jujur saya tidak tahu, namun menurut pikiran saya yang paling sederhana sebagai manusia yang sederhana pula, kita bisa melihat bahwa dengan bekal kreatifitas, manusia bisa survive dalam kehidupannya hingga saat ini selain mampu pula meningkatkan budi dan dayanya dalam usaha menemukan ’model hidup’ yang paling menyenangkan. Barangkali itulah maksud Tuhan, dengan kreatifitas Dia ingin membekali manusia kemampuan untuk bertahan dan mengembangkan mutu hidupnya di bumi tempat dia tinggal. Bukankah manusia diberi tugas mulia untuk menjadi penjaga alam ini?

Apabila demikian, salah besar jika kita memvonis bahwa kita bukan orang kreatif. Karena sesungguhnya vonis itu sama saja dengan melakukan tindakan bunuh diri kecil-kecilan, lho kok? Coba perhatikan, tiga unsur pembangun manusia itu yang terdiri dari tubuh, ruh atau nyawa dan kehidupan dimana salah satu yang ada dalam kehidupan adalah kreatifitas. Berarti Kalau kita bilang bahwa kita tidak kreatif saat masih hidup – kenyataannya manusia yang masih hidup asal waras pasti punya daya kreatif, sama halnya kita bilang sudah mati padahal masih hidup dan bisa jalan-jalan. Tahu kenapa? Ingat dengan bilang tidak kreatif, kita telah menghapus atau setidaknya tidak mengakui sebagian dari unsur pembangun hidup, kreatifitas. Padahal manusia lahir dan hidup dibangun dari tiga unsur yang tidak terpisahkan dan tak boleh dipisahkan itu. Apakah itu tidak sama konyolnya dengan kita bilang sudah mati ketika kita masih ’doyan’ makan?

Ucapan ”Aku bukan orang kreatif” atau perasaan ”Tidak mungkin aku bisa kreatif” adalah proklamasi keputusasaan yang sangat berbahaya. Anjuran saya, jangan pernah hal itu anda amin-i apalagi anda banggakan. Segera saja anda bungkus dan tendang jauh-jauh dari kehidupan anda. Pahamilah, Kreatifitas adalah anugerah yang nilainya setara dengan harga separuh tubuh dan nyawa anda. Dia ’nempel’ sejak dari ’sono’-nya di hidup anda, asli dan nyata. Asyiknya lagi, Tuhan memberikan kehebatan itu secara gratis, tak perlu anda beli atau meminta-minta.

Kalau sudah begini?.... Sadarkan segera diri anda, bangunkan diri anda. Ketahuilah, jika anda ingin menjadi kreatif, sebenarnya kreatif itu sudah ada dalam diri anda, lengket dan nempel begitu erat, hanya selama ini mungkin karena anda tidak pernah fokus padanya, atau ironisnya lagi tidak pernah ’ngerasa’, jadi nilai kreatif itu sendiri tidak anda sadari. Sekarang waktunya anda untuk menggunakan ’software’ tersebut secara tepat. Ingat, kreatifitas adalah anugerah yang sudah ada sejak anda melihat wajah Ibu anda saat pertama kali. So, jangan ragu untuk menjadi kreatif.

No comments:

Post a Comment