Banyak orang bilang kehidupan yang enak itu membuat nilai kreatifitas jadi berkurang. Betul apa gak? Bisa betul, bisa tidak. Semua kembali kepada yang bersangkutan. Apabila selama ini seseorang menjadi kreatif karena ingin hidup enak, dan setelah hidup enak dia jadi pasif alias gak kreatif lagi, maka pernyataan diatas menjadi benar. Namun, jika seseorang akan terus menjadi kreatif, entah dia miskin atau tidak, maka pernyataan diatas mentah dengan sendirinya.
Menanggapi pernyataan Kehidupan yang enak membuat orang menjadi tidak kreatif mengingatkan saya pada banyak kekonyolan tentang kreatifitas. Gara-gara takut dianggap gak kreatif, banyak orang yang biasa hidup enak akhirnya tidak bisa menjadi enak. Dia lebih suka memilih kehidupan yang aneh-aneh, demi disebut sebagai orang kreatif. Berdandan yang kadang-kadang justru menjauhkan dia dari nilai-nilai kesopanan, menjalankan pola hidup yang melenceng dari kebenaran dan masih banyak lagi hal ’tak senonoh’ lainnya. Sedang bagi mereka yang gak punya, lebih parah lagi. Mereka memilih untuk ’menjadi kere’ dengan sebenarnya agar disebut sebagai golongan orang kreatif. Muali dari gaya hidup, pergaulan, orientasi hidup, pakaian, jalan dan sebagainya. Tak usah saya sebutkan contohnya seperti apa, sampean semua pasti juga sudah mengerti apa yang saya maksud.
Kreatif dan kreatifitas seyogyanya semakin menambah nilai dan mutu hidup seseorang, baik bagi dirinya, orang lain maupun di hadapan Tuhan. Jadi jangan salah artikan kreatifitas ya...
No comments:
Post a Comment