Anda boleh setuju, boleh pula tidak dengan judul artikel ini. Namun, menurut saya, itulah faktanya. Banyak anak-anak ’pintar’ setalah dia sekolah, tapi semakin bertambah ’pintar’, sejalan dengan itu pula dia semakin beku dalam ’kreatifitas’. Sehingga tidak mengherankan, bila semakin banyak lulusan sekolah muncul, masalah di negeri ini semakin pula bertambah. Bila memang sekolah mendidik anak untuk semakin canggih, tentu dengan semakin banyak lulusan yang dihasilkannya, negeri ini akan semakin maju. Tapi nyata-nya?
Sekolah telah membunuh kreatifitas secara sistematis, dan ironisnya hal itu di-amin-i oleh seantero orang di bumi Indonesia. ”Banyak orang merasa gengsi kalau anaknya gak sekolah” walau ujung-ujungnya, bukan semakin baik tapi semakin mengenaskan. Lalu apa sekolah perlu dihapus? Saya tidak bilang begitu, cuma marilah kita menyadari sepenuhnya fakta ini, sehingga kita bisa mengambil keputusan yang bijak dengan akal jernih. Dan untuk pelaku di sekolah, mulai dari bapak – Ibu Guru sampai adik2 pelajar, artikel ini semoga bisa jadi cubitan kecil untuk kalian semua, walau di benak masih ada pertanyaan besar, ”Hei, Mas Yuyun, Kreatifitas sisi mana yang dibunuh oleh sekolah....?” Saya gak akan jawab pertanyaan itu, kenapa? Sebab kalau kita mau jujur, sebenarnya kita sudah mengerti jawabannya. Jangan malas mencari jawabannya sendiri, dong, katanya mau jadi orang kreatif.....
Keterangan : ’pintar’ yang dimaksud diatas adalah pintar menurut bahasa sekolah dan ’kreatifitas’ yang dimaksud diatas adalah menurut kebutuhan nyata dalam kehidupan ini.
Sekolah telah membunuh kreatifitas secara sistematis, dan ironisnya hal itu di-amin-i oleh seantero orang di bumi Indonesia. ”Banyak orang merasa gengsi kalau anaknya gak sekolah” walau ujung-ujungnya, bukan semakin baik tapi semakin mengenaskan. Lalu apa sekolah perlu dihapus? Saya tidak bilang begitu, cuma marilah kita menyadari sepenuhnya fakta ini, sehingga kita bisa mengambil keputusan yang bijak dengan akal jernih. Dan untuk pelaku di sekolah, mulai dari bapak – Ibu Guru sampai adik2 pelajar, artikel ini semoga bisa jadi cubitan kecil untuk kalian semua, walau di benak masih ada pertanyaan besar, ”Hei, Mas Yuyun, Kreatifitas sisi mana yang dibunuh oleh sekolah....?” Saya gak akan jawab pertanyaan itu, kenapa? Sebab kalau kita mau jujur, sebenarnya kita sudah mengerti jawabannya. Jangan malas mencari jawabannya sendiri, dong, katanya mau jadi orang kreatif.....
Keterangan : ’pintar’ yang dimaksud diatas adalah pintar menurut bahasa sekolah dan ’kreatifitas’ yang dimaksud diatas adalah menurut kebutuhan nyata dalam kehidupan ini.
No comments:
Post a Comment