Apakah cita-citamu lagi terbentur dinding? Maksudnya, cita-cita Anda lagi gak dapat dukungan dari orang-orang yang Anda harapkan seharusnya mendukung atau cita-cita Anda lagi pada posisi macet karena ada penghalang yang gak bisa Anda lewati?
Tenang, setiap masalah pasti sudah dilengkapi pula penyelesaiannya. Anda harus sabar dan lebih jenius untuk cari jalan keluar. Lihatlah air. Saat air terbentur dinding, ketika dia dalam perjalanan dari puncak gunung menuju laut, apa kira-kira yang akan dia lakukan?
Ya! Dia akan melewati dinding itu dengan sempurna. Melalu jalan? Pertama, hantam terus. Lama-lama dinding yang menghalangi itu pasi akan rontok juga. Kalau gak mau rontok? Masihh ada jalan lagi, merembes, lewat pori-pori yang ada di dinding itu. Kalau gak ada pori-pori? Ya lewat bawah dong, dasar sungai, dan nanti langsung tembus di dataran yang paling rendah alias laut.
Kalau gak bisa juga?
Walah... masih ada jalan lagi. Cuma yang satu ini dia harus menjadi sedikit sakti. Yaitu, dia harus merubah diri dulu menjadi uap dengan bantuan matahari. Nah kalau dia jadi uap, dia akan naik ke atas, terus berkumpul sama yang lain dan bergerak sebagai mendung, lalu turun deh jadi hujan.
Cermatilah cerita diatas. Air saja yang begitu ’sederhana’ mampu memberi contoh yang begitu sempurna. Masa’ sebagai manusia Anda kalah.
Saat cita-cita Anda gagal minimal ada dua hal besar yang harus Anda renungkan. Pertama, mungkin memang Anda betul-betul gak cocok untuk cita-cita Anda. Walaupun Anda sangat ingin. Kedua, karena Tuhan YME punya rencana lain. Bisa saja dengan membuat Anda gagal, Dia yYang Maha Tahu telah punya rencana untuk menempatkan Anda ditempat yang lebih baik.
Jadi. Ketika cita-cita Anda terbentur dinding, tetap semangat. Apalagi sebagai seorang Pramuka. Masih ada banyak jalan untuk memberi dan mencapai prestasi yang terbaik. Gagal itu baik bahkan sangat baik. Yang jelek itu adalah putus asa. Berjuang!!
Tenang, setiap masalah pasti sudah dilengkapi pula penyelesaiannya. Anda harus sabar dan lebih jenius untuk cari jalan keluar. Lihatlah air. Saat air terbentur dinding, ketika dia dalam perjalanan dari puncak gunung menuju laut, apa kira-kira yang akan dia lakukan?
Ya! Dia akan melewati dinding itu dengan sempurna. Melalu jalan? Pertama, hantam terus. Lama-lama dinding yang menghalangi itu pasi akan rontok juga. Kalau gak mau rontok? Masihh ada jalan lagi, merembes, lewat pori-pori yang ada di dinding itu. Kalau gak ada pori-pori? Ya lewat bawah dong, dasar sungai, dan nanti langsung tembus di dataran yang paling rendah alias laut.
Kalau gak bisa juga?
Walah... masih ada jalan lagi. Cuma yang satu ini dia harus menjadi sedikit sakti. Yaitu, dia harus merubah diri dulu menjadi uap dengan bantuan matahari. Nah kalau dia jadi uap, dia akan naik ke atas, terus berkumpul sama yang lain dan bergerak sebagai mendung, lalu turun deh jadi hujan.
Cermatilah cerita diatas. Air saja yang begitu ’sederhana’ mampu memberi contoh yang begitu sempurna. Masa’ sebagai manusia Anda kalah.
Saat cita-cita Anda gagal minimal ada dua hal besar yang harus Anda renungkan. Pertama, mungkin memang Anda betul-betul gak cocok untuk cita-cita Anda. Walaupun Anda sangat ingin. Kedua, karena Tuhan YME punya rencana lain. Bisa saja dengan membuat Anda gagal, Dia yYang Maha Tahu telah punya rencana untuk menempatkan Anda ditempat yang lebih baik.
Jadi. Ketika cita-cita Anda terbentur dinding, tetap semangat. Apalagi sebagai seorang Pramuka. Masih ada banyak jalan untuk memberi dan mencapai prestasi yang terbaik. Gagal itu baik bahkan sangat baik. Yang jelek itu adalah putus asa. Berjuang!!
No comments:
Post a Comment